Museum Pangeran Diponegoro

ruangan tempat P.Diponegoro melakukan perundingan dg pihak Belanda 181 tahun yang lalu, tepatnya tgl.28 Maret 1830 ; kursi yang dikerudungi kain putih merupakan tempat duduk P.Diponegoro waktu itu

ada bekas goresan kuku P. Diponegoro di kursi tersebut, yang konon terjadi:

  • versi 1. selama proses negosiasi yang alot, beliau saking marah/kecewanya lalu menggores kursi sebagai penyaluran amarah
  • versi 2. goresan terjadi ketika beliau melawan saat akan ditangkap

Biografi Pangeran Diponegoro

Nama Kecil : Raden Mas Ontowiryo
Gelar : Sultan Abdul Hamid Herucokro Amirul Mukminin Sayidin Panatagama Khalifatullah Tanah Jawi
Nama populer : Pangeran Diponegoro
Tanggal Lahir : 11 November 1785
Wafat : 8 Januari 1855 Di pengasingan Benteng Rotterdam (Makassar)
Makam : Kampung Jawa Makassar Sulawesi Selatan
Silsilah keluarga : Putra sulung Sultan Hamengkubuwana III dari istri selir dari daerah Pacitan bernama R.A. Mangkarawati
Basis Perjuangan : Tegal Rejo Jawa Tengah

MUSEUM PANGERAN DIPONEGORO

Museum Pangeran Diponegoro terletak di dalam kompleks bekas rumah Residen Kedu Jalan Pangeran Diponegoro No. 1 Magelang. Di dalam gedung ini pada salah satu ruangnya pada hari Minggu tanggal 28 Maret 1830 dilaksanakan perundingan bersejarah antara Pangeran Diponegoro dan Jenderal De Koock mewakili pemerintah Belanda, disaksikan oleh Residen Kedu Major Ajudan De Strure, Letkol Roest dan Kapten Roes sebagai juru bahasa. Perundingan tersebut tidak mencapai kata sepakat. Menurut perjanjian semula, Pangeran Diponegoro mestinya bebas untuk pulang tetapi De Koock berlaku curang dengan memberi isyarat untuk memasukkan pasukan ke ruang perundingan dan menangkap Pangeran Diponegoro.

Dengan tertangkapnya Pangeran Diponegoro maka berakhirlah perang heroik yang telah berlangsung lima tahun sejak tahun 1925. Pangeran Diponegoro beserta istri dan keluarganya langsung dibawa ke Batavia pada tanggal 8 April 1830. Mereka diberangkatkan ke Menado pada tanggal 3 Mei 1830 dan ditempatkan di benteng Amsterdam.

Pada tanggal 12 Juni 1830 Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Makasar dan ditempatkan di benteng Rotterdam. Beliau berada di pengasingan selama 25 tahun hingga wafat pada tanggal 8 Januari 1855 dan dimakamkan di luar benteng di kampung Melayu, bagian utara kota Makasar.

Untuk mengenang perjuangan Pangeran Diponegoro, maka kamar tempat Pangeran Diponegoro dijebak oleh Belanda dijadikan Kamar Pengabdian Pangeran Diponegoro dengan koleksinya antara lain kursi dan meja tempat perundingan, jubah yang dipakai pada saat berunding dengan Belanda, kitab Takhrib, bale-bale yang pernah dipakai Pangeran Diponegoro sholat pada saat beliau di Brangkal (Gombong), peralatan minum dan beberapa lukisan.

Sumber : Museum Ronggowarsito (www.museumronggowarsito.org)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: