MERANCANG FESTIVAL BUDAYA KANGEN MAGELANG

MAGELANG, TOPENGIRENG – Kamis malam (25/8), bertempat di halaman kantor KPPN Kota Magelang, telah berlangsung diskusi terbatas antara beberapa warga Magelang. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari rencana kopdar yang digagas oleh Forum Lintas Magelang yang aktif berdiskusi di dunia maya dengan tema seputar Magelang.

Darmadi Pramono, penggagas acara ini, membuka diskusi dengan pernyataan bahwa forum ini adalah forum warga yang peduli dengan Magelang. Pertemuan pertama ini diharapkan bisa menjadi awal untuk membuat sesuatu yang berguna bagi Magelang.

“Saat ini kami mengundang hanya beberapa orang yang kami anggap bisa mempunyai ide dan gagasan untuk membuat ‘sesuatu’, mungkin undangan ini tidak mewakili semua komunitas yang ada di Magelang tetapi ini yang bisa kami berikan. Kami berharap untuk pertemuan selanjutnya bisa dibuat diskusi yang lebih luas dan bersifat terbuka, bahkan tidak menutup kemungkinan apabila diskusi menghadirkan pihak birokrat dan aparat yang kompeten untuk menjawab pertanyaan yang muncul dalam diskusi,’ katanya.

Acara yang berlangsung sederhana dan lesehan itu sepakat untuk membatasi tema diskusi agar suasana bisa terjaga dan tidak membahas hal-hal terlalu luas. Akhirnya diskusi sepakat untuk mencoba merumuskan dan menggali ide tentang membuat sebuah event budaya di Magelang.

Mualim M Sukethi, budayawan, mengusulkan agar kata Magelang bisa bersifat luas yaitu menyangkut Kota Magelang dan Kabupaten Magelang sehingga nama yang digunakan menjadi Magelang Raya yang tidak dibatasi oleh wilayah administrative pemerintahan.

“Ini acara milik Magelang Raya. Soal lokasi pelaksanaan nanti bisa kita bicarakan secara teknis. Perpaduan dan kekompakan semua lapisan masyarakat menjadi hal yang sangat penting jika ingin membuat sebuah event budaya yang sukses. Tidak ada perbedaan antara warga Kota maupun warga Kabupaten, yang ada adalah warga Magelang Raya,” kata Mualim.

Beberapa tamu yang hadir dalam diskusi rata-rata mengungkapkan kegelisahannya karena saat ini Magelang kekurangan event yang bisa dijadikan ikon budaya dan agenda rutin sehingga diharapkan menjadi daya tarik untuk wisatawan asing dan domestic.

Magelang yang mempunyai banyak tokoh dan komunitas kesenian seharusnya bisa berbuat lebih besar dan bergaung di dunia seni.

Salah satu event budaya yang bersifat besar dan wajib diapresiasi karena dihadiri oleh tamu dengan tingkat nasional dan internasional hanya Festival Lima Gunung yang merupakan hasil olahan dari Komunitas Lima Gunung dan Studio Mendut. Selain itu kegiatan kesenian di Magelang masih bersifat local.

Tentu saja batasan pembahasan event budaya ini tidak memasukkan kegiatan keagamaan yang rutin diadakan di Magelang. Diskusi hanya mengupas tentang geliat budaya yang memang sengaja dibuat sebagai tontonan visual dan estetika.

Soli Saroso, penggiat Komunitas VOLKS WAGEN MAGELANG plus (VCM+) dan admin grup Wisata Magelang, mengatakan kalau ribuan warga Magelang yang merantau ke luar kota masih tetap menyimpan kenangan tentang Magelang. Mereka yang rindu dengan situasi dan kondisi Magelang selalu berharap bisa menyaksikan event budaya setiap pulang kampung di saat liburan.

“Berdasarkan pengalaman, setiap foto-foto sederhana dan biasa bagi kita yang tetap berada di Magelang, akan berubah menjadi sesuatu yang terlihat luar biasa buat saudara-saudara kita yang pergi merantau dan jauh dari Magelang. Mereka tetap punya kenangan tentang Magelang. Ini kewajiban kita untuk memberikan sesuatu saat mereka berkesempatan pulang kampung. Ayo kita bersama-sama merancang sebuah event budaya yang mengangkat sisi sentimentil, nostalgia dan rasa kangen tentang Magelang itu,” kata Soli Saroso.

Jalannya diskusi berlangsung meriah dan banyak ide-ide yang keluar. Diskusi sepakat untuk mengangkat tema yaitu kenangan tentang Magelang. Tema dasar ini masih harus dikupas dan didata lebih terperinci untuk menghasilkan sebuah event budaya di Magelang.

Usulan waktu kegiatan yang disesuaikan dengan saat liburan maka ada beberapa pilihan yaitu liburan sekolah sekitar bulan juni – juli, liburan mudik Lebaran dan libur akhir tahun saat Natal dan Tahun Baru.

Saat liburan tersebut diharapkan warga Magelang yang diluar kota bisa pulang kampung dan wisatawan bisa diarahkan untuk menikmati sajian yang diadakan di Magelang.

Bambang Bro, penggiat Komunitas Guyub Fotografi (GuFi), mengatakan kalau Magelang mempunyai tempat bagus sebagai pusat kegiatan yaitu bukit Tidar yang selama ini dikenal sebagai ‘Paku Tanah Jawa’. Tempat ini diharapkan bisa lebih mempunyai magnet untuk menarik perhatian para wisatawan dengan beberapa penambahan kegiatan budaya dan kesenian yang bisa diadakan di sekitarnya.

Selain itu, di dekat bukit Tidar terdapat aliran Kali Manggis yang bisa dijadikan arena permainan dan perlombaan untuk lebih meramaikan paket acara yang akan dibuat.

“Keterlibatan dan peran aktif semua lapisan warga Magelang menjadi penting untuk mensukseskan acara ini dan membuat acara ini menjadi milik warga. Kita bisa menciptakan sebuah rangkaian kegiatan yang merupakan perpaduan antara nilai Bukit Tidar sebagai unsur tanah dan Kali Manggis sebagai unsur air. Tentu sangat cantik jika dikemas dengan tema besarnya yaitu rasa kangen dan nostalgia tentang Magelang,” kata Bambang Bro.

Christoporus Indaryanto Nino dari Komunitas Batik Magelang mengusulkan penambahan kegiatan berupa permainan anak dan kuliner tradisional tempo dulu yang saat ini semakin terpinggirkan dan sering terlupakan. Beberapa permainan anak mengajarkan tentang kerjasama team, ketrampilan dan ketangkasan sehingga sangat disayangkan jika hal bagus seperti itu tidak diwariskan pada generasi jaman sekarang.

Freddy Sudiono Uwek, pekerja seni, mengusulkan agar kegiatan bisa diadakan di area Magelang Utara untuk lebih membuat wilayah utara juga dikenal sebagai tempat berkesenian.

“Jika selama ini fokus perhatian kita selalu terpusat di wilayah Magelang Selatan dan Alun-alun sebagai tempat favoritnya maka lebih baik kita berdayakan wilayah Magelang Utara. Saya sudah mendata beberapa lokasi yang cukup strategis dan bergengsi untuk menjadi sebuah pusat kegiatan. Jika perlu sedikit olahan dan penambahan fasilitas ya itu wajar saja, tetapi wilayah Magelang Utara juga berpotensi untuk lebih dikembangkan,” kata Freddy.

Diskusi juga dihadiri oleh Heri Pramoko, seorang tokoh masyarakat dan juga anggota DPRD Kota Magelang. Kehadirannya di forum diskusi ini atas nama pribadi dan bersifat silaturahmi dengan beberapa warga Magelang.

Heri Pramoko menyambut baik dengan adanya forum diskusi seperti ini dan berharap agar forum ini menghasilkan sesuatu ide gagasan yang lebih kongkrit untuk dilaksanakan. Jika memungkinkan acara harus rutin diadakan di Magelang Raya dan tempat bisa berpindah-pindah menyesuaikan situasi dan kondisi.

“Silahkan teman-teman membuat sebuah konsep kegiatan berikut perinciannya untuk menjadi masukan bagi pihak terkait. Nanti akan saya coba untuk menghubungkan antara teman-teman warga yang peduli Magelang dengan teman-teman di Dewan dan Eksekutif. Saya sebagai warga Magelang juga berharap kita mempunyai sebuah event budaya dan kesenian yang gaungnya bisa menyamai Jember Fashion Festival atau Solo Batik Festival. Saya menyadari bahwa itu adalah sebuah hajat besar tetapi kita harus terus optimis bahwa semua yang besar selalu melalui langkah kecil dan sederhana, semoga beberapa tahun ke depan kita juga bisa menhasilkan event besar dan membanggakan buat warga Magelang,” Kata Heri Pramoko.

Heri Pramoko mengusulkan pemakaian nama Festival Budaya Magelang Ngangeni atau Festival Budaya Kangen Magelang agar pemikiran lebih terfokus dan terkonsep.

Diskusi malam itu belum menghasilkan kesepakatan apapun tetapi setidaknya bisa menjadi referensi dan membuka kesadaran pemahaman baru bahwa Magelang Raya yang kaya akan seni budaya ini harus menunjukkan jatidirinya secara lebih aktif dan tertata.

Diskusi ditutup di jam 00.00 WIB dan peserta diskusi mendapatkan tugas untuk mendata jenis kesenian, permainan dan makanan apa saja yang bisa mewakili nuansa tempo dulu untuk ditampilkan dalam sebuah gelaran event dengan nama Festival Budaya Kangen Magelang. (rhrm)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: